Kata Bawean berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Ba (Sinar) - we (Matahari) - an (Ada) yang berarti ada sinar matahari. Nama ini diberikan oleh sekelompok pelaut dari Kerajaan Majapahit yang terjebak badai di Laut Jawa dan akhirnya terdampar di Pulau Bawean pada saat matahari terbit, legenda ini terjadi sekitar tahun 1350 M .
Ada juga yang menyebut BAWEAN berarti babi jadian atau BABIAN berdasarkan pronouciation, karena bahasa Bawean mendapat unsur pengaruh dari bahasa Madura dimana huruf W di baca B. Cerita ini dikenal karena Raja Babileono adalah seorang raja yang gemar memelihara babi dan mempunyai ternakan babi yang banyak sekali. Sehingga Raja Babileono di kenal juga dengan sebutan Raja Babi.